Minggu, 09 September 2018

Keikhlasan

Ikhlaskan

Ikhlas adalah penerimaan terbaik untukmu. Ketika inginmu yang selalu kamu pinta dengan penuh harap tidak kamu dapatkan. Jangan bersedih, percayalah semua orang pernah mengalaminya dengan berbagai cara berbeda. Ketika ini terjadi padamu, yakinlah bahwa diujung jalan sana ada banyak hal baik yang menunggumu. Yang perlu kamu lakukan hanya terus berjalan.
Ketika kamu kehilangan harapan yang bahkan belum sempat terucap. Percayalah, harapanmu tidak sebaik rencana Tuhan. Tuhan telah mempersiapkan rencana terbaiknya untukmu. Selalu bersyukur, setiap hal yang terjadi padamu, tangis tawa bahagia kecewa hanya akan membawamu ke skenario terbaik yang akan kamu dapatkan.
Jangan bersedih. Segala sesuatunya sudah diatur, kamu hanya perlu bersyukur dan berusaha. Jangan pula kamu marah sampai menyalahkan keadaan.
“Seandainya begini, pasti tidak begitu”
“Seandainya itu aku lakukan, seandainya ini tidak aku lakukan, mungkin tidak akan seperti sekarang”
“Coba saja aku seperti itu, mungkin hal berbeda terjadi”
“Seandainya, seandainya dan seandainya…
mungkin hal berbeda terjadi”
Kamu, jangan pernah seperti ini. Apa yang terjadi padamu adalah atas izin-Nya. Bisa saja semua itu terjadi karena pengharapanmu yang salah. Bukankah Tuhan telah menolongmu agar tidak terlalu lama dalam pengharapan yang salah itu.
Apapun yang kamu rasakan
Sedih, kecewa bahkan kehilangan
Semua sudah ada kadar masing masing. Berlama-lama dalam kesedihan tidak akan membawa perubahan apa-apa. Kamu harus bangkit dan tersenyum. Karena percayalah, perjalan hidup masih sangat panjang. Dimasa depan kamu akan menemui berbagai hal baru, orang baru dan juga tempat baru. Banyak hal luar biasa menantimu disana. Tentu saja kamu akan sangat menyesal jika kamu memilih seperti ini, tertinggal dimasa lalu bersama kenangan yang bahkan hanya diingat olehmu. Disana hanya ada kamu, kesedihan dan sedikit kenangan yang tanpa ada yang tahu.
Terkadang kita tidak sadar berada dalam situasi yang salah. Kamu dalam diammu tanpa ada yang tahu. Jangan sia-siakan doamu untuk pengharapan yang salah. Dia dan mereka tidak berperan dalam harapanmu. Jika mereka hadir, bersyukur dan berterimaksihlah Tuhan telah mengirimkan mereka untuk membangunkanmu dalam pengharapan yang keliru.
Setiap orang telah dituliskan ceritanya. Dia dan mereka. Kamu dan entah dengan siapa nantinya. Kita tidak akan pernah tertukar. Segeralah bergegas, jika kamu dalam pengharapan yang salah. Sulit memang. Namun tidak ada yang salah dengan mencoba. Berada dalam pengharapan yang salah juga bukan pilihan baik. Bukankah akan ada pelangi setelah badai? jika badai adalah harapanmu maka kamu harus tersenyum karena pelangi akan hadir untukmu.
Lepaskanlah pengharapan yang salah itu. Dia dan mereka juga sama. Kita semua sama mencari jalan untuk sampai di skenario yang telah ditetapkan Tuhan. Bisa jadi pengharapanmu itu dibelokkan. Ingat Tuhan telah menyadarkanmu. Kamu harus tau itu bukan untukmu. Meskipun kamu ingin bahkan sangat ingin. Pergi dan carilah pelangimu. Karena sesuatu yang untukmu tidak akan tertukar untuk dia. Dan karena sesuatu untuknya tidak akan pernah bisa kamu miliki. Lepaskanlah pengharapanmu. Lepaskan badai itu, sehingga pelangi bisa kamu temui. Lepaskanlah, sehingga bahagia hadir untukmu.
Kamu, tidak usah berlarut dalam sedihmu. Bukankah musim dingin akan berlalu juga dan akhirnya musim semi akan tiba. Bukankah Tuhan telah berjanji akan ada kemudahan disetiap kesulitan. Lalu apa yang membuatmu untuk khawatir? Tuhan tidak menghendaki kesusahan bagimu, sebaliknya Dia menghendaki kemudahan untukmu.
Bangkit adalah pilihanmu. Kamu istimewa, ketika kamu berhasil berdiri dan melangkah untuk hari baru. Tuhan akan menghadiahkan kamu kebahagiaan berkali lipat dibanding pengharapanmu. Terkadang, hal yang kamu harapkan malah akan datang ketika kamu mampu mengikhlaskannya. Bisa dengan hal sama atau dengan hal baru. Dan tentu saja itu adalah hadiah terbaik yang pernah kamu terima.
Aku juga pernah dalam pengharapan yang salah. Bertahun-tahun tertinggal bersama kenangan tanpa siapapun tahu. Namun ketika aku ikhlas dengan semua. Bangkit, berdiri melangkah pasti dengan seyuman. Tahukan kamu? Tuhan menghadiahkan aku hadiah yang bahkan belum pernah ada dalam daftar pengharapanku. Tentu saja ini hadiah terbaik yang selalu aku syukuri. Luar biasa. Sangat indah rencana-Nya. Hadiah itu ada kejutan kecil Tuhan untukku dibulan Juli. Aku suka Juli, karena setelah itu setiap hariku terasa seperti musim semi.
Tidak ada hal yang sia-sia. Bahkan setelah pengharapan salahmu yang telah sekian lama. Bukankah itu terjadi untuk mengajarkanmu berbagai hal. Semua itu untuk menjadikanmu agar lebih berhati-hati di masa depan. Dan juga itu akan mengajarkanmu arti bersyukur dan ikhlas. Ketika kamu benar benar menginginkan sesuatu, bukan berarti hal itu harus kamu miliki. Bisa saja Tuhan sedang mengajarkanmu arti ikhlas.
Banyak hal baik terjadi dibanding hal buruk. Belajarlah memandang dari sudut pandang terbaik, agar kamu tidak terjebak pada dilema hal buruk yang menimpamu. Padahal beruntun hal baik juga dikirim untukmu bersamaan dengan sedih dan kecewa yang kamu rasa.
Untukmu yang saat ini kecewa
Untukmu yang saat ini bersedih
Bersabarlah
Bersabarlah
Bersabarlah
Ikhlaslah
Percayalah pada rencana terbaik Tuhan untukmu, dan bersiaplah untuk terpesona dengan segala kejutan-Nya


Hijab


Hijab Bukan Hanya Untuk Yang Sudah Baik Saja

hijab bukan hanya untuk yang sudah baik saja
Siapakah muslimah itu?
Itu.. yang pakai kerudung pokoknya
itu.. yang pinter ngajinya
Itu tuh  yang suka ke masjid pokoknya
Ahihi, padahal bukan itu esensinya ukh
Setiap wanita..yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah & Muhammad adalah utusanNya, maka dia adalah seorang muslimah
Karena dalam Islam hijab adalah identitas bagi muslimah, maka belum lengkap kalau kita belum terulur dengannya..
Untuk seluruh muslimah dengan apapun pekerjaannya, dimanapun taraf sosial ekonominya, bagaimanapun masa lalunya, bagaimanapun akhlaknya..
Jika kita mengakui bahwa diri ini adalah seorang muslimah, yuk lengkapi cinta itu dengan kain cintaNya..
Allah-lah yang membagikan rizki, Allah yang menetapkan pasangan diri,
Allah pula lah yang memerintah jilbab syar’i..
Maka janganlah ragu tuk kenakan kain cinta ini, InsyaAllah ridho-Nya menanti

Sumber: https://coretanmuslimah.wordpress.com

Taubat

Taubat - Aku Ingin Bertaubat
"Aku ingin bertaubat hanya saja dosaku terlalu banyak. Aku pernah terjerumus dalam zina. Sampai-sampai aku pun hamil dan sengaja membunuh jiwa dalam kandungan. Aku ingin berubah dan bertaubat. Mungkinkah Allah mengampuni dosa-dosaku?!"
Sebagai nasehat dan semoga tidak membuat kita berputus dari rahmat Allah, cobalah kita lihat sebuah kisah yang pernah disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran berharga di dalamnya.

Kisah Taubat Pembunuh 100 Jiwa
Kisah ini diriwayatkan dari Abu Sa'id Sa'ad bin Malik bin Sinaan Al Khudri radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
أنّ نَبِيَّ الله - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : (( كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وتِسْعينَ نَفْساً ، فَسَأَلَ عَنْ أعْلَمِ أَهْلِ الأرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ ، فَأَتَاهُ . فقال : إنَّهُ قَتَلَ تِسعَةً وتِسْعِينَ نَفْساً فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوبَةٍ ؟ فقالَ : لا ، فَقَتَلهُ فَكَمَّلَ بهِ مئَةً ، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرضِ ، فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ . فقَالَ : إِنَّهُ قَتَلَ مِئَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ فقالَ : نَعَمْ ، ومَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وبَيْنَ التَّوْبَةِ ؟ انْطَلِقْ إِلى أرضِ كَذَا وكَذَا فإِنَّ بِهَا أُناساً يَعْبُدُونَ الله تَعَالَى فاعْبُدِ الله مَعَهُمْ ، ولاَ تَرْجِعْ إِلى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أرضُ سُوءٍ ، فانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ ، فاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ ومَلائِكَةُ العَذَابِ . فَقَالتْ مَلائِكَةُ الرَّحْمَةِ : جَاءَ تَائِباً ، مُقْبِلاً بِقَلبِهِ إِلى اللهِ تَعَالَى ، وقالتْ مَلائِكَةُ العَذَابِ : إنَّهُ لمْ يَعْمَلْ خَيراً قَطُّ ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ في صورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ
- أيْ حَكَماً - فقالَ : قِيسُوا ما بينَ الأرضَينِ فَإلَى أيّتهما كَانَ أدنَى فَهُوَ لَهُ . فَقَاسُوا فَوَجَدُوهُ أدْنى إِلى الأرْضِ التي أرَادَ ، فَقَبَضَتْهُ مَلائِكَةُ الرَّحمةِ )) مُتَّفَقٌ عليه .
"Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.
Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang 'alim. Lantas ia bertanya pada 'alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta'ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”
Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat."1

Beberapa Faedah Hadits
Pertama: Luasnya ampunan Allah
Hadits ini menunjukkan luasnya ampunan Allah. Hal ini dikuatkan dengan hadits lainnya,
حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً »
Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”2

Kedua: Allah akan mengampuni setiap dosa meskipun dosa besar selama mau bertaubat
Selain faedah dari hadits ini, kita juga dapat melihat pada firman Allah Ta'ala,
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53). Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan. ”3
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras). Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas.”4

Ketiga: Janganlah membuat seseorang putus asa dari rahmat Allah
Ketika menjelaskan surat Az Zumar ayat 53 di atas, Ibnu Abbas mengatakan, “Barangsiapa yang membuat seorang hamba berputus asa dari taubat setelah turunnya ayat ini, maka ia berarti telah menentang Kitabullah ‘azza wa jalla. Akan tetapi seorang hamba tidak mampu untuk bertaubat sampai Allah memberi taufik padanya untuk bertaubat.”5

Keempat: Seseorang yang melakukan dosa beberapa kali dan ia bertaubat, Allah pun akan mengampuninya
Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits lainnya, dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,
أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ
“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”6 An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.
An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”7
Ya Rabb, begitu luas sekali rahmat dan ampunan-Mu terhadap hamba yang hina ini …
Kelima: Diterimanya taubat seorang pembunuh
An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ini adalah madzhbab para ulama dan mereka pun berijma' (bersepakat) bahwa taubat seorang yang membunuh dengan sengaja, itu sah. Para ulama tersebut tidak berselisih pendapat kecuali Ibnu 'Abbas. Adapun beberapa perkataan yang dinukil dari sebagian salaf yang menyatakan taubatnya tidak diterima, itu hanyalah perkataan dalam maksud mewanti-wanti besarnya dosa membunuh dengan sengaja. Mereka tidak memaksudkan bahwa taubatnya tidak sah.”8

Keenam: Orang yang bertaubat hendaknya berhijrah dari lingkungan yang jelek
An Nawawi mengatakan, ”Hadits ini menunjukkan orang yang ingin bertaubat dianjurkan untuk berpindah dari tempat ia melakukan maksiat.”9

Ketujuh: Memperkuat taubat yaitu berteman dengan orang yang sholih
An Nawawi mengatakan, ”Hendaklah orang yang bertaubat mengganti temannya dengan teman-teman yang baik, sholih, berilmu, ahli ibadah, waro'dan orang-orang yang meneladani mereka-mereka tadi. Hendaklah ia mengambil manfaat ketika bersahabat dengan mereka.”10
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”11
Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”12

Kedelapan: Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu
Dalam hadits ini dapat kita ambil pelajaran pula bahwa orang yang berilmu memiliki keutamaan yang luar biasa dibanding ahli ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits lainnya, dari Abu Darda', Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
Dan keutamaan orang yang berilmu dibanding seorang ahli ibadah adalah bagaikan keutamaan bulan pada malam purnama dibanding bintang-bintang lainnya.13 Al Qodhi mengatakan, ”Orang yang berilmu dimisalkan dengan bulan dan ahli ibadah dimisalkan dengan bintang karena kesempurnaan ibadah dan cahayanya tidaklah muncul dari ahli ibadah. Sedangkan cahaya orang yang berilmu berpengaruh pada yang lainnya.”14

Kesembilan: Orang yang berfatwa tanpa ilmu hanya membawa kerusakan
Lihatlah bagaimana kerusakan yang diperbuat oleh ahli ibadah yang berfatwa tanpa dasar ilmu. Ia membuat orang lain sesat bahkan kerugian menimpa dirinya sendiri. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Umar bin 'Abdul 'Aziz,
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.15
 

Pengertian Sholat Sunnah Qobliyah Dan Ba'diyah

Pengertian Shalat Sunnah Qobliyah Dan Ba’diyah Shalat Wajib

Pengertian Dan Cara Shalat Sunnah Qobliyah Dan Ba’diyah Shalat Wajib--Perkara shalat adalah perkara pertama yang akan Allah tanya nanti di hari kiamat, jika sholat ini bagus, insya Allah perkara lainnya juga bisa bagus, namun jika perkara sholat ini bermasalah, jangan heran jika perkara lainnya juga bisa ikut jelek.

Bagi mereka yang sekarang sudah terbiasa shalat lima waktu, Alhamdulillah. Itulah kenikmatan diatas kenikmatan, namun ada hal juga harus diingat bahwa tidak ada yang tahu apakah sholat yang kita kerjakan itu sudah sempurna atau belum. Ini perkara ghoib, janganlah kiranya terlalu yakin bahwa shalat-shalat itu sudah diterima, namun buatlah jiwa ini selalu merasa takut, ‘jangan-jangan’ shalat-shalat tidak diterima, sehingga dari sini akan muncul kehati-hatian bagi kita ketika melaksanakan shalat berikutnya.

Tetapi hanya mengandalkan shalat lima waktu tidak akan cukup maka islam mengajarkan untuk melakukan sholat sunnah, dalam hal ini Kumpulan Informasi Pendidikan akan membahas Shalat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah dalam 5 Waktu.

Sebelum kita melangkah lebih lanjut mengenai Shalat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah alangkah baiknya kita memahami dulu apa arti dari Shalat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah.

Qobliyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat wajib, Sedangkan ba’diyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat wajib.

Sumber: http://eduside.blogspot.com

Sholat Tahajud

Sholat Tahajud Adalah..

Bagi yang belum tahu, sholat tahajud adalah salah satu sholat malam yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sholat sunnah ini dikerjakan dalam kurun waktu sejak setelah shalat isya hingga masuk waktu shubuh. Jadi sholat tahajud tidak boleh dikerjakan siang hari atau sebelum shalat isya.
Kemudian, seseorang yang ingin melaksanakan sholat tahajud juga harus tidur terlebih dahulu, walaupun cuma sebentar. Tidak dinamakan shalat tahajud jika tidak kita awali dengan shalat isya dan tidur (walaupun cuma beberapa menit saja).
Jumlah rakaat sholat tahajud minimal dua, maksimal tidak terbatas. Namun ada yang mengatakan maksimal 8-12 rakaat. Pelaksanaanya pun secara umum sama seperti sholat sunnah yang lain, tidak ada gerakan-gerakan khusus.
Sholat sunnah tahajud memiliki banyak sekali keutamaan dan manfaat yang akan dijelaskan lebih detail dalam sub-sub bab selanjutnya.

Sholat Tahajud atau Shalat Tahajud?

Saya rasa sebelum membahasa terlalu jauh, hal ini perlu kita bahas lebih dulu. Walaupun ebenarnya ini soal penulisan saja, tidak terlalu urgent, tapi perlu juga untuk dibahas.
Sholat dasarnya adalah kosa kata dalam Bahasa Arab, diawali dengan hurufﺹ    (shod atau shad). Tidak ada padanan kata atau huruf yang sepadan antara huruf arab dan huruf latin. Oleh karena itu, penulisan “sholat tahajud” bisa dianggap benar bisa juga dianggap salah. Begitu juga dengan penulisan “shalat tahajud”, menggunakan huruf “a”, bukan “o”. Keduanya sama saja kedudukannya, bisa dianggap benar dan bisa dianggap kurang tepat. Karena huruf shod ﺹ dalam Bahasa Arab tetaplah ﺹ, tidak bisa dipadankan dengan huruf latin.
Jadi, Anda bisa menulis dengan sholat tahajud atau shalat tahajud.
Di artikel ini pun, saya kadang menulis dengan “sholat tahajud”, kadang juga dengan “shalat tahajud”.
Oh iya, kalau mengikut kosa kata Bahasa Arab, kata “tahajud” pun sebenarnya harus ditulis dengan “tahajjud” karena ada tasydid di atas huruf jim. Namun karena ini hanya masalah penulisan saja, dan tidak ada padanan yang sesuai antara Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, maka hal itu saya rasa tidak perlu kita permasalahkan. Sepakat ya?

Hukum Sholat Tahajud

Hukum melaksanakan sholat tahajud adalah sunnah. Tapi ke-sunnah-an melaksanakan sholat tahajud bukan seperti sunnah biasa. Sholat tahajud hukumnya sunnah muakkad (sangat disunnahkan atau sangat dianjurkan).
Pengertian lain dari sunnah muakkad adalah sunnah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW, atau, sunnah yang jarang sekali ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Contoh sholat sunnah muakkad yang lain adalah sholat dhuha dan sholat tarawih.

Sholat Tahajud dalam Alquran

Mengenai sholat tahajud, Allah berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.
Artinya : “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Isra 79)
Ayat di atas jelas sekali berisi perintah untuk mengerjakan sholat tahajud di malam hari. Sholat tahajud dalam ayat tersebut dimaksudkan sebagai ibadah tambahan buat kita. Namun perintah di sini bukan berarti wajib, hukum mengerjakan sholat tahajud tetap sunnah.
Dalam ayat yang lain, Allah SWT juga berfirman:
 كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ () وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya:
17. di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. 18. dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. (QS. Az-Zariya: 17-18.)
Dalam ayat ini Allah SWT memberikan isyarat mengenai orang yang melaksanakan sholat tahajud. Untuk mengetahui tafsir dari masing-masing ayat, sebaiknya kita menggunakan tafsir yang sudah populer seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir atau lainnya. Hal ini untuk menghindari diri kita dari pemahaman yang salah.

Sholat Tahajud dalam Hadits

Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian sholat malam, karena sholat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)
Yang dimaksud dengan sholat malam antara lain sholat tahajud, shalat witir sholat tarawih.
Dalam hadits yang lain, juga terdapat keterangan seperti ini:
Dari Amr bin Abasah r.a. berkata: Aku berkata, Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : “Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, karena sholat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu sholat subuh.” (HR. Abu Dawud)
Hadits ke-3 yang akan saya cantumkan berbunyi:
“Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)
Sebenarnya masih banyak sekali ayat Alquran maupun hadits yang berkaitan dengan shalat tahajud. Namun beberapa ayat dan hadits di atas sudah cukup untuk membuat kita yakin dengan kesunnahan dan keutamaan shalat tahajud.

Sumber: http://rukun-islam.com

Pengertian Sholat Dhuha

Pengertian sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu Dzuhur. Waktunya dimulai ketika matahari tampak kurang lebih setinggi tombak dan berakhir sampai tergelincir matahari (waktu Dzuhur) sekitar pukul 07.00 hingga jam 10.00 waktu setempat. Shalat Dhuha hukumnya sunanh muakkad. Oleh karena itu, siapa yang ingin memperoleh pahala dan keutamaannya silahkan mengerjakan dan tidaklah berdosa apabila meninggalkannya. Menunaikan sholat Dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, juga sebagai wujud rasa syukur dan takwa kepada Allah karena Allah Mahahikmah. Apa pun amal ibadah yang disyariatkan akan mengandung banyak hikmah dan keutamaan.

7 Keutamaan Sholat Dhuha

Terkait dengan keutamaan Sholat Dhuha, sekurang-kurangnya ada 7 keutamaan yang terkadung dalam Sholat Dhuha. Semua keutamaan tersebut dapat kita temukan dalam beberapa hadis Rasulullah Saw yang menceritakan tentang keutamaan Sholat Dhuha. Tujuh keutamaan tersebut antara lain:

1. Sholat Dhuha adalah Sedekah

Rasulullah pernah menjelaskan bahwa Sholat Dhuha itu salah satu bentuk sedekah umat muslim. Pernyataan ini terperinci dengan jelas dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan Sholat Dhuha dua rakaat.” (H.R Muslim dari Abu Dzar)
Lebih gamblang lagi, Sholat Dhuha sebagai sedekah dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadisnya; “Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, ‘Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi Allah?’ Nabi berkata, ‘Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, maka cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.” (H.R. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)

2. Sholat Dhuha sebagai Simpanan Amal Cadangan

Salah satu fungsi sholat sunah adalah untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Sholat sunah juga merupakan simpanan amal cadangan yang dapat menyempurnakan kekurangan sholat fardhu (wajib). Seperti itulah juga fungsi dari Sholat Dhuha sebagai salah satu sholat sunah. Tentang ini, Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadisnya; “Sesungguhnya yang pertama kali dihisan pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” (H.R. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)

3. Ghanimah (Keuntungan) yang Besar

Keutamaan yang dimiliki Sholat Dhuha salah satunya adalah di dalamnya terdapat keuntungan yang besar. Hal ini tergambar dalam hadis Rasulullah Saw “Barangsiapa sholat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa sholat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barangsiapa sholat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa sholat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh. Dan barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga.” (H.R. Thabrani dari Abu Darda’)

4. Tercukupi Kebutuhan Hidupnya

Orang yang gemar melaksanakan sholat Dhuha karena Allah, akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa Allah berfirman: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)

5. Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah

Keutamaan sholat Dhuha bagi orang yang mendirikannya adalah mendapatkan pahala haji dan umrah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaan kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (H.R. Tirmidzi)

6. Diampuni Semua Dosanya walau Sebanyak Buih di Laut

Orang yang membiasakan melaksanakan Sholat Dhuha jika, Allah akan mengampuni semua dosanya meskipun sebanyak buih di laut. Sebagaimana disebut dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

7. Dibangunkan Istana di Surga

Keutamaan yang tekandung dalam Sholat Dhuha, salah satunya adalah Allah akan membangunkan istana di surga bagi orang yang gemar menunaikan sholat Dhuha. Rasulullah Saw menegaskannya dalam hadits dari Anas bin Malik: “Barangsiapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kamis, 06 September 2018

Bahaya meninggalkan sholat 5 waktu

Dalam suatu hadits dikatakan: Rasulullah Shollallohu alaihi wa-sallam bersabda :” Barang siapa meninggalkan sholat hingga lewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di neraka selama satu huqub. Satu huqup sama dengan delapan puluh tahun dan satu tahun terdiri dari 360 hari, dan ukuran sehari (di akhirat) adalah seribu tahun (di dunia) (dari hitungan ini satu huqup sama dengan 28.800.000 tahun.” Tutup(Majaalisil-abraar)

Dosa Bgi Orang yang meninggalkan Sholat wajib

1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.

2. Shalat Dzuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.

3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.

4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.

5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah Subhanahu Wata'ala tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmat-Nya.

Dan masih ada 15 siksaan bgi orang yang meninggalkan sholat 5 waktu

=>6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :

1. Allah Subhanahu Wata'ala mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah Subhanahu Wata'ala akan mempersulit rezekinya.
3. Allah Subhanahu Wata'ala akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wata'ala.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

=>3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :

1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

=>3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :

1. Allah Subhanahu Wata'ala akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

=>3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah Subhanahu Wata'ala:

1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.

2. Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.

3. Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.

Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Sholat Fardu: Rasulullah Shollallohu alaihi wa-sallam, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Hadits Riwayat Tabrani, sanad shahih)

Semoga Kita semua dapat menunaikan Sholat 5 waktu dengan sempurna.... tanpa tertinggal walaupun 1 waktu..

Aamiin yaa Robbi.. 

Copyright @ 2013 Tausiyah islam.