Ikhlaskan
Ikhlas
adalah penerimaan terbaik untukmu. Ketika inginmu yang selalu kamu
pinta dengan penuh harap tidak kamu dapatkan. Jangan bersedih,
percayalah semua orang pernah mengalaminya dengan berbagai cara berbeda.
Ketika ini terjadi padamu, yakinlah bahwa diujung jalan sana ada banyak
hal baik yang menunggumu. Yang perlu kamu lakukan hanya terus berjalan.
Ketika
kamu kehilangan harapan yang bahkan belum sempat terucap. Percayalah,
harapanmu tidak sebaik rencana Tuhan. Tuhan telah mempersiapkan rencana
terbaiknya untukmu. Selalu bersyukur, setiap hal yang terjadi padamu,
tangis tawa bahagia kecewa hanya akan membawamu ke skenario terbaik yang
akan kamu dapatkan.
Jangan bersedih. Segala sesuatunya sudah
diatur, kamu hanya perlu bersyukur dan berusaha. Jangan pula kamu marah
sampai menyalahkan keadaan.
“Seandainya begini, pasti tidak begitu”
“Seandainya itu aku lakukan, seandainya ini tidak aku lakukan, mungkin tidak akan seperti sekarang”
“Coba saja aku seperti itu, mungkin hal berbeda terjadi”
“Seandainya, seandainya dan seandainya…
mungkin hal berbeda terjadi”
mungkin hal berbeda terjadi”
Kamu,
jangan pernah seperti ini. Apa yang terjadi padamu adalah atas
izin-Nya. Bisa saja semua itu terjadi karena pengharapanmu yang salah.
Bukankah Tuhan telah menolongmu agar tidak terlalu lama dalam
pengharapan yang salah itu.
Apapun yang kamu rasakan
Sedih, kecewa bahkan kehilangan
Semua sudah ada kadar masing masing. Berlama-lama dalam kesedihan tidak akan membawa perubahan apa-apa. Kamu harus bangkit dan tersenyum. Karena percayalah, perjalan hidup masih sangat panjang. Dimasa depan kamu akan menemui berbagai hal baru, orang baru dan juga tempat baru. Banyak hal luar biasa menantimu disana. Tentu saja kamu akan sangat menyesal jika kamu memilih seperti ini, tertinggal dimasa lalu bersama kenangan yang bahkan hanya diingat olehmu. Disana hanya ada kamu, kesedihan dan sedikit kenangan yang tanpa ada yang tahu.
Sedih, kecewa bahkan kehilangan
Semua sudah ada kadar masing masing. Berlama-lama dalam kesedihan tidak akan membawa perubahan apa-apa. Kamu harus bangkit dan tersenyum. Karena percayalah, perjalan hidup masih sangat panjang. Dimasa depan kamu akan menemui berbagai hal baru, orang baru dan juga tempat baru. Banyak hal luar biasa menantimu disana. Tentu saja kamu akan sangat menyesal jika kamu memilih seperti ini, tertinggal dimasa lalu bersama kenangan yang bahkan hanya diingat olehmu. Disana hanya ada kamu, kesedihan dan sedikit kenangan yang tanpa ada yang tahu.
Terkadang
kita tidak sadar berada dalam situasi yang salah. Kamu dalam diammu
tanpa ada yang tahu. Jangan sia-siakan doamu untuk pengharapan yang
salah. Dia dan mereka tidak berperan dalam harapanmu. Jika mereka hadir,
bersyukur dan berterimaksihlah Tuhan telah mengirimkan mereka untuk
membangunkanmu dalam pengharapan yang keliru.
Setiap orang telah
dituliskan ceritanya. Dia dan mereka. Kamu dan entah dengan siapa
nantinya. Kita tidak akan pernah tertukar. Segeralah bergegas, jika kamu
dalam pengharapan yang salah. Sulit memang. Namun tidak ada yang salah
dengan mencoba. Berada dalam pengharapan yang salah juga bukan pilihan
baik. Bukankah akan ada pelangi setelah badai? jika badai adalah
harapanmu maka kamu harus tersenyum karena pelangi akan hadir untukmu.
Lepaskanlah
pengharapan yang salah itu. Dia dan mereka juga sama. Kita semua sama
mencari jalan untuk sampai di skenario yang telah ditetapkan Tuhan. Bisa
jadi pengharapanmu itu dibelokkan. Ingat Tuhan telah menyadarkanmu.
Kamu harus tau itu bukan untukmu. Meskipun kamu ingin bahkan sangat
ingin. Pergi dan carilah pelangimu. Karena sesuatu yang untukmu tidak
akan tertukar untuk dia. Dan karena sesuatu untuknya tidak akan pernah
bisa kamu miliki. Lepaskanlah pengharapanmu. Lepaskan badai itu,
sehingga pelangi bisa kamu temui. Lepaskanlah, sehingga bahagia hadir
untukmu.
Kamu, tidak usah berlarut dalam sedihmu. Bukankah musim
dingin akan berlalu juga dan akhirnya musim semi akan tiba. Bukankah
Tuhan telah berjanji akan ada kemudahan disetiap kesulitan. Lalu apa
yang membuatmu untuk khawatir? Tuhan tidak menghendaki kesusahan bagimu,
sebaliknya Dia menghendaki kemudahan untukmu.
Bangkit adalah pilihanmu. Kamu istimewa, ketika kamu berhasil berdiri
dan melangkah untuk hari baru. Tuhan akan menghadiahkan kamu
kebahagiaan berkali lipat dibanding pengharapanmu. Terkadang, hal yang
kamu harapkan malah akan datang ketika kamu mampu mengikhlaskannya. Bisa
dengan hal sama atau dengan hal baru. Dan tentu saja itu adalah hadiah
terbaik yang pernah kamu terima.
Aku juga pernah dalam pengharapan
yang salah. Bertahun-tahun tertinggal bersama kenangan tanpa siapapun
tahu. Namun ketika aku ikhlas dengan semua. Bangkit, berdiri melangkah
pasti dengan seyuman. Tahukan kamu? Tuhan menghadiahkan aku hadiah yang
bahkan belum pernah ada dalam daftar pengharapanku. Tentu saja ini
hadiah terbaik yang selalu aku syukuri. Luar biasa. Sangat indah
rencana-Nya. Hadiah itu ada kejutan kecil Tuhan untukku dibulan Juli.
Aku suka Juli, karena setelah itu setiap hariku terasa seperti musim
semi.
Tidak ada hal yang sia-sia. Bahkan setelah pengharapan
salahmu yang telah sekian lama. Bukankah itu terjadi untuk mengajarkanmu
berbagai hal. Semua itu untuk menjadikanmu agar lebih berhati-hati di
masa depan. Dan juga itu akan mengajarkanmu arti bersyukur dan ikhlas.
Ketika kamu benar benar menginginkan sesuatu, bukan berarti hal itu
harus kamu miliki. Bisa saja Tuhan sedang mengajarkanmu arti ikhlas.
Banyak
hal baik terjadi dibanding hal buruk. Belajarlah memandang dari sudut
pandang terbaik, agar kamu tidak terjebak pada dilema hal buruk yang
menimpamu. Padahal beruntun hal baik juga dikirim untukmu bersamaan
dengan sedih dan kecewa yang kamu rasa.
Untukmu yang saat ini kecewa
Untukmu yang saat ini bersedih
Bersabarlah
Bersabarlah
Bersabarlah
Ikhlaslah
Percayalah pada rencana terbaik Tuhan untukmu, dan bersiaplah untuk terpesona dengan segala kejutan-Nya
Untukmu yang saat ini bersedih
Bersabarlah
Bersabarlah
Bersabarlah
Ikhlaslah
Percayalah pada rencana terbaik Tuhan untukmu, dan bersiaplah untuk terpesona dengan segala kejutan-Nya
Sumber: https://duniajilbab.co.id

0 komentar:
Posting Komentar